myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya. Sugeng enjang sedherek-sedherek. Dalam dunia persahabatan tidak akan ada istilah abdi dan junjungan dalam arti yang sebenarnya, karena semuanya menyimbolkan tentang kesederhanaan dan kesetiaan di dalam kehidupan ini. Ya semua ini terlihat dalam Tari Sangik yang merupakan tari kreasi baru yang di dalamnya menceritakan tentang sosok abdi kinasih yang memiliki karakter lucu, tetapi berjiwa tegas, setia dan bijaksana.Tari SangikCangik merupakan salah satu tokoh di dalam pewayangan Jawa yang kehadirannya biasanya mengiringi para putri kerajaan, walaupun penampilannya sedikit aneh dengan dada yang mengerut tetapi dia sangat lucu, mudah tersipi-sipu serta mempunyai sifat yang sedikit genit.Tari SangikDalam pewayangan Jawa ini, Cangik selalu dihadirkan dengan sahabat setianya yaitu Limbuk. Keduanya selalu dimunculkan bersama-sama sebagai sahabat yang tidak bisa dipisahkan, peran keduanya juga sangat luar biasa walaupun pamornya masih kalah dengan Punokawan.Tari SangikWalaupun mempunyai tubuh yang aneh, jelek dan buruk rupanya, tetapi Cangik sangat setia kepada majikannya. Dia sangat sering membantu dan memenangkan kehidupan majikannya. Gambaran dalam kehidupan nyata, Cangik di beri kepercayaan full luar dalam didalam kehidupan majikannya.Tari SangikTarian ini ditampilkan dalam pertunjukan Uji Koreografer 3 di Perfomance Stage FBS UNY yang diselenggarakan oleh Jurusan Pendidikan Seni Tari, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta yang dilaksanakan selama 4 hari pada tanggal 16, 17, 18 dan 19 Januari 2020, tepatnya pada pukul 19.30 sampai selesai. Total garapan karya tari yang ditampilkan sebanyak 45 karya, dengan pembagian 11, 12,12 dan 10 karya per harinya.Tari SangikUji Koreografer 3 kali ini dibalut dengan tajuk “Galaksi Mahira” dimana Galaksi singkatan dari Gelar Karya Mahasiswa Seni Tari, sedangkan Mahira mempunyai makna berbakat atau diberkati. Tajuk ini pada tahun ini mengusung tema “Merajut Asa Dalam Karya”.Tari SangikTarian ini diciptakan tahun 2019 oleh Rr. Risti Priharsiwi dan Septia Dwiana, yang terinspirasi terhadap kesukaannya terhadap tokoh Cangik dalam dunia pewayangan Jawa walaupun dalam kenyataannya tokoh ini masih kalah popular dengan Limbuk.Tari SangikRr. Risti Priharsiwi lahir di Kulon Progo, 24 Desember 1997, beberapa karya tarinya diantaranya Tari Mahatma, Tari Limbuk dan Langen Carita Anak sedangkan Septia Dwiana lahir Bekasi, 16 september 1997, keduanya merupakan mahasiswa Jurusan Pendidikan Seni Tari, Fakultas Bahasa dan Seni UNY.Tari SangikKomposisi di dalam tarian ini menggambarkan tentang sifat tulus dan setia sepenuhnya terhadap pengabdian seseorang abdi kepada tuannya. Tidak ada rasa pamrih yang berlebihan dan sangat bijaksana yang semua dilakukan dengan kemayu, centil selayaknya sifat abdi perempuan.Tari SangikGerak dalam Tari Sangik mengambil ragam dari tari gaya Yogyakarta dan tari tradisi kerakyatan, terutama pada motip dan bentuknya yang sudah digarap dan diolah bentuk, teknik dan isinya, sehingga tercipta motip gerak yang baru. Semua ini dilakukan dengan teknik explorasi, improvisasi dan pengolahan komposisi untuk mewujudkan tari kreasi baru.Tari SangikBusana yang dikenakan dalam tarian ini tidak sama persis yang dipresentasikan dalam wayang purwo untuk tokoh Cangik, tapi yang dipakai hanya busana yang melambangkan tokoh ini dengan asesorisnya. Seperti pada bagian kepala menggunakan sanggul sebagai lambang seorang abdi dengan asesoris anyaman bambu, subang, gelang tangan dari kain.Tari SangikPada bagian bawah menggunakan celana jarik, komprang yang dikerut seperti celana aladin, dengan motip kotak-kotak. Bagian atasannya menggunakan blouse tanpa lengan yg dibuat seperti kemben. Untuk penutup badannya menggunakan kain bludru, dan lehernya menggunakan kain broklat polos seperti kulit sedangkan riasnya menggunakan rias.Tari SangikIringan dalam Tari Sangik menggunakan instrument Gamelan Klasik Jawa yang dengan rasa tradisi Yogyakarta, yang dikemas dalam musik midi yang dbuat digital dan kekinian, semuanya ini untuk mendapatkan suasana yang diharapkan.Tari SangikTari Sangik.

1 Koreografer:Rr. Risti Priharsiwi dan Septia Dwiana
2Penata Musik:Herdian Dwi S
3Penata Kostum:Risti dan Septi
4Penata Busana:Risti dan Sani
5Penata Rias:Sari Hidayah Listyaningrum
6Penari:
  1. Risti Priharsiwi
  2. Septia Dwiana Isni
  3. Nurul Amalina
  4. Ayu Indah Puspitasari
  5. Kikin Rahmawati
  6. Shafa Dilla Maharani
  7. Isnisalatiarni Cakraarmi S

Tari Sangik“Tokoh Cangik memang bukan tokoh sentral dalam sebuah pagelaran wayang kulit, tetapi tokoh ini banyak mengajarkan kepada kita arti kesetiaan kepada sesama terutama kepada orang yang kita hormati disekitar kita, bagaimana kita banyak belajar dari Cangik, mulai dari kesetiaan, ketulusan sebagai sahabat maupun yang lain tanpa tendensi yang berlebihan”, ujar Rr. Risti Priharsiwi selaku koreografer disela-sela acara. (Soebijanto/reog biyan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here