myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya, selamat pagi dan sugeng kewarasan. Menggabungkan antara tari tradisi dengan kearifan lokal merupakan sebuah upaya seniman Jawa Tengah dalam melakukan ekspresi dalam sebuah tarian. Semua ini terlihat dalam Tari Songsong Krido yang merupakan sebuah tari tradisional Jawa Tengah yang di dalamnya gambaran tentang agul-agul symbol dari Kraton berupa songsong (payung) yang melindungi atau memayungi kiprah manusia dalam kehidupan bermasyarakat.Tari Songsong KridoTarian ini di tampilkan di Pawai Budaya Nusantara dalam rangka HUT TMII ke 44 oleh Duta Kesenian Jawa Tengah yang di wakili oleh Sanggar Greget Semarang yang berkolaborasi dengan Sanggar Satria Wonosobo.Tari Songsong KridoRegulasi di Jawa Tengah sangat bagus sekali untuk menghadapi Pawai Budaya Nusantara yang setiap tahun di adakan di TMII Jakarta, dengan mengadakan seleksi tiap tahunnya, dimana pada tahun 2018 di adakan di Kabupaten Pemalang dalam tajuk Kejuaraan Parade Seni Jawa Tengah. Juara disini pasti di kirim dalam acara Pawai Budaya Nusantara di TMII Jakarta.Tari Songsong KridoJawa Tengah sering sekali menjadi Juara Umum di acara ini, seperti pada tahun 2011 dengan Tari Batik (Sanggar Greget Semarang), tahun 2014 dengan Tari Kriya (Sanggar Greget Semarang), tahun 2018 dengan Karnaval Keprajuritan Ki Ageng Gringsing (Kabupaten Batang).Tari Songsong KridoDalam Pawai Budaya Nusantara pada tahun ini mengambil tema Taman Mini “Indonesia Indah” merupakan Rumah Budaya Bangsa sebagai wujud Bhinneka Tunggal Ika. Sebuah tema tentang perwujudan bentuk budaya yang di punyai Indonesia dengan segala keaneka ragaman budaya yang dimiliki, tapi itu semua masih dalam satu kesatuan bangsa Indonesia.Tari Songsong KridoAcara ini merupakan acara rutin yang tiap tahunnya, yang kali diikuti oleh 16 Provinsi yang ada di Indonesia, dan ini juga dilombakan tiap tahunnya. Semua propinsi yang ikut menampilkan kearifan seni budaya mereka yang dikemas dalam sebuah wujud tari, musik dan kastum.Tari Songsong KridoAcara ini diadakan oleh Badan Pengelola dan Pengembangan Taman Mini “Indonesia Indah” yang digelar pada tanggal 21 April 2109 di Plaza Tugu Api Pancasila Taman Mini Indonesia Indah depan Kuncungan Pendopo Agung Sasono Utomo dari pukul 10.00 wib sampai selesai.Tari Songsong KridoGerak tari Tari Songsong Krido dalam pawai ini, menggunakan ragam gerak tari tradisi Jawa Tengah yang pola lantainya sangat dinamis menyesuaikan panggung TMII. Bloking yang sempurna diperlihatkan Duta Kesenian Jawa Tengah ini, dari ujung utara sampai selatan panggung terlihat serasi dan yang tampil didepan panggung utama juga sangat memahami apa yang harus ditampilkan.Tari Songsong KridoBusana yang digunakan terbagi menjadi 3 bagian, dimana busana penari putrinya mengunakan kemben (khasnya Jawa Tengah) yang sudah di modifikasi dengan 3 warna dari merah, biru dan hijau yang sangat padu sekali.Tari Songsong KridoPenari putranya menggunakan ikat kepala, celana ¾, jari dengan kain setengah, stagen, epek timang, sampur, boro, kalung dan bigel. Sedangkan wiyogonya menggunakan pakaian model Semarangan dengan iket kepala beskap, jarik, celana panjang dan sandal bandrol.Tari Songsong KridoPropertinya menggunakan payung yang merupakan produk lokal Jawa Tengah, tepatnya di Kecamatan Juwireng, Kabupaten Klaten. Disinilah peran para seniman yang ikut mengangkat produktifitas daerah (lokal) untuk diperkenalkan ke kalayak nasional serta dapat mengangkat produktifitas dan incomenya.Tari Songsong KridoSelama ini memang banyak yang belum tahu dan memang belum terekspose secara besar-besaran, bahwa sebenarnya properti payung-payung yang beredar di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi  dan Bali sekalipun ternyata banyak berasal dari daerah Juwiring Klaten.Tari Songsong KridoIrama yang mengiringi menggunakan gamelan klasik Jawa secara live show dengan memakai pelog dengan gendhing-gendhing Songsong Krido, dimana pada bait pertama  bercerita tentang sebuah pawai, kemudian bait kedua bercerita tentang Songsong Krido dan pada bait ketiga berisi tentang NKRI harus selalu bersatu padu, yang semuanya ini merupakan filosofi payung yang disyairkan.Tari Songsong KridoTari Songsong Krido

1Persembahan:Tim  Kesenian Jawa Tengah (Sanggar Greget Semarang feat Sanggar Satria Wonosobo)
2Koreografer:Yoyok B. Priyambodo
3Penata Busana:Yoyok B. Priyambodo
4Penata Iringan:Yoyok B. Priyambodo

Tari Songsong KridoSebuah filosofi payung yang diterjemahkan dalam bahasa gerak tubuh (tarian) ditampilkan secara apik dan rancak, selain itu tarian ini juga mengangkat tentang kearifan lokal yang harus kita dukung semuanya dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya secara nyata, ujar Yoyok B. Priyambodo, selaku pimpinan Sanggar Greget Semarang. (Soebijanto/reog biyan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here