myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya, wilujeng enjang, sedherek-sedherek. Pengembangan tari tradisi kerakyatan berbasis local wisdom perlu dijaga eksistensi dan aktualisasinya, sehingga peran penari tidak hanya menampilkan geraknya saja, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai yang ada di dalam tarian ke dalam kehidupannya. Ya, semua ini terlihat dalam Tari Tahu Robyong dari Batang yang merupakan sebuah tari kelompok kreasi baru yang didalamnya menceritakan tentang aktivitas para pekerja pembuat tahu tradisional disertai dengan ungkapan rasa syukur mereka kepada Yang Maha Kuasa atas segala rejeki yang mereka terima selama ini.Tari Tahu Robyong dari BatangDalam proses pembuatan tahu rata-rata hampir semua sama seperti didaerah lainnya, dimana ada proses pembersihan kedelai, memasak kedelai cair, proses penyaringan, meletakan ditempat cetakan, proses pengepresan, pentirisan, pemotongan dan penggorengan tahu sampai proses pengeluaran minyaknya.Tari Tahu Robyong dari BatangTari Tahu Robyong dari Batang memiliki makna yang mana kata “tahu” memiliki arti sebuah makanan khas yang bahannya dari kedelai yang memiliki tekstur yang lembut dan mengandung gizi dan protein nabati yang tinggi, sedangkan “robyong” merupakan symbol tentang sebuah keselamatan dan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa atas rejeki yang diterima selama ini.Tari Tahu Robyong dari BatangTarian ini merupakan tarian ciptaan dari Suprayitno S.Kar, M.Si yang lahir di Batang pada tanggal 12 April 1968, yang mana tarian ini pada tahun 2015 oleh Sanggar Putra Budaya di kreasi dan dikembangkan menjadi sebuah tari yang komplit. Suprayitno S.Kar, M.Si sangat intens di dunia seni terutama seni tari, beberapa karya beliau diantaranya Tari Srabi Kalibeluk, Tari Srinten Batang dan Tari Babat Alas Roban.Tari Tahu Robyong dari Batang

Tari Tahu Robyong dari BatangTarian ini sangat cocok dipentaskan sebagai tari pembuka dan hiburan pada acara-acara kerakyatan, semacam festival tari kesenian, sedekah bumi, parade kesenian, parade budaya, kirab hari jadi Kota Batang,  bahkan acara mantenan maupun supitan yang biasanya dilakukan untuk sebuah hajad di  dalam masyarakat.Tari Tahu Robyong dari BatangTari Tahu Robyong dari Batang dipentaskan dalam pertunjukan Kemilau Tari Jawa Tengah yang digelar di Gedung B6 Fakultas Bahasa dan Seni, Jurusan Pendidikan Seni Tari, Universitas Negeri Semarang, tepatnya pada tanggal 7 Desember 2019 pukul 09.00 wib sampai selesai, dengan dosen pembimbing Drs. Indriyanto, M.Hum, Drs. Bintang Hanggoro Putra, M.Hum, Dr. Restu Lanjari, S.Pd, M.PdTari Tahu Robyong dari BatangKemilau Tari Jawa Tengah adalah sebuah format ujian pada mata kuliah Tari Daerah Jawa Tengah II dari mahasiswa Jurusan Pendidikan Sendratasik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang.Tari Tahu Robyong dari BatangKomposisi di dalam tarian ini menggambarkan tentang keceriaan dan kesepenuhan hati para pembuat tahu robyong ini yang diwujudkan dalam sebuah prosesi upacara pembuatan tahu dengan “rasa” hati yang paling dalam.Tari Tahu Robyong dari BatangGerak dalam tarian ini menggunakan ragam gerak dari tari trasidi Jawa Tengah yang sudah digarap secara kekinian, dimana geraknya simple sehingga mudah sekali dipelajari oleh siapapun. Geraknya lebih menekankan pada kekompakan karena ini merupakan tari kelompok.Tari Tahu Robyong dari BatangBusana yang dikenakan menggunakan busana wanita, pada bagian kepala rambut di sanggul diberi asesoris bulu merah, cunduk mentul satu dan bagian belakang terdapat pita yang menempel pada sanggul. Pada bagian badan menggunakan baju motif batik dipadu dengan kebaya emas dan terusan berwarna merah ditambah sampur merah yang diletakkan pada bagian samping kanan kiri.Tari Tahu Robyong dari BatangProperti yang digunakan yaitu seperti keranjang bambu dan tumpeng tahu robyong. Riasan pada tarian ini menggunakan rias korektif, dimana riasan ini sangat membantu para penari untuk lebih menunjukkan karakter apa yang sedang ditarikan yaitu para pembuat tahu robyong.Tari Tahu Robyong dari BatangIringan pada tarian ini menggunakan gamelan Jawa Klasik yang di padukan dengan terbangan dan trekdes. Sedang gendhing-gendhingnya menggunakan gendhing Jawa yang isinya berkaitan dengan keceriaan dan kebersamaan serta rasa syukur yang tidak terhingga kepada Yang Maha Kuasa atas rejeki yang diterima selama ini dengan iklas dan tulus.Tari Tahu Robyong dari BatangTari Tahu Robyong dari Batang

1Koreografer:Supriyatno, S.Kar., M.Si
2Penata Musik:Supriyatno, S.Kar., M.Si
3Nama Penari:
  1. Aulia Rahmawaty
  2. Syifa Indah Nur’ayatin
  3. Rilindia Putri Crismdani
  4. Salma Anggi Oktaviani
  5. Reny Silviana
  6. Rika Wahyuni
  7. Lilis Indria Sari
  8. Ayu Mustikaningrum

Tari Tahu Robyong dari Batang“Sebuah tarian yang kreatif yang memanfaatkan potensi local wisdom di daerah Batang yang diwujudkan dalam bentuk sebuah tarian yang menarik yang diolah dengan rasa kekinin. Semua ini dengan harapan agar anak-anak milenial tertarik dan ikut merasa memiliki, karena ini semua merupakan keanekaragaman seni tari kreasi baru yang di punyai oleh Bangsa Indonesia yang layak di lestarikan dan dikembangkan secara nyata”, ujar Syifa Indah Nur’ayatin, salah satu penari disela-sela acara. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here