myimage.id | Tari Topeng Ireng merupakan sebuah tarian tradisional yang berkembang di daerah Magelang Jawa Tengah yang memberikan dampak yang positif bagi seniman-seniman tari di sekitar Magelang, dimana daerah-daerah ini mengadopsi tarian ini dan kemudian di kembangkan gerakan tarinya tanpa merubah gerak aslinya. Kesenian Tari Topeng Ireng ini lebih di kenal dengan kesenian “Dayakan” karena asesoris yang di kenakan oleh para penarinya menyerupai suku dayak di mana pada bagian kepala atau mahkotanya banyak menggunakan asesoris bulu unggas yang di warna warni. Tarian ini merupakan tarian kreasi baru yang dapat dikatakan sebagai pengembangan atau metamorphosis dari kesenian kubro.

Tari Topeng Ireng sangat atraktif dalam setiap pertunjukannnya baik di dalam geraknya maupun kastum yang dikenakannya. Gerakan-gerakan yang mantap penuh tenaga, kompak serta lincah merupakan ciri khas dari Tari Topeng Ireng ini. Sedangkan asesoris yang digunakannya pun sangat menarik. Mulai dari bagian kepala yang disebut mahkota. Terbuat dari bulu-bulu unggas dan di beri warna dimana disekelilingnya di beri asesoris artistic dengan kombinasi warna-warna dasar yang mencolok seperti warna kuning, hijau , merah bahkan warna emas dan perak. Mahkotanya pun menjulang keatas menambah elegan bagi si penari.

Tari Topeng Ireng

Kastum pakainnya pun disesuaikan dengan warna-warna yang ada di mahkota. Mulai dari yang dikenakan badan, tangan sampai kaki semua sangat serasi warna-warnanya dan sangat cocok. Paduan yang pas membuat kastum Tari Topeng Ireng ini menjadi elegan apalagi warna dasar yang digunakan penarinya berwarna hitam. Kombinasi warna lainnya akan bertambah memancarkan warna aslinya. Dan ada yang menarik pada asesoris kaki. Ada hiasan yang dapat menimbulkan suara gemerincing setiap kali kaki di gerakan, dan apabila  digerakan oleh banyak penari , pasti akan menimbulkan suara yang sangat gemerincing yang berkepanjangan. Kadang para penaripun memberikan suara yang rebut tapi teratur hanya pada gerakan-gerakan tertentu yang menambah semangat bagi para penarinya.

Tari Topeng Ireng

Tari Topeng Ireng ini pertama kali beredar  di lereng Gunung Merbabu sejak jaman penjajahan Belanda, dimana tarian ini sebenarnya menggambarkan prajurit kraton dalam melawan penjajah. Dimana pada jaman dahulu kesenian silat sangat di larang oleh para penjajah Belanda, maka untuk menutupi kesenian silat ini para prajuri kraton dalam melawan penjajah menyamar sebagai penduduk biasa dimana kesenian silat dirubah menjadi kesenian rakyat yang kemudian dikenal dengan tari topeng ireng ini.

Tari Topeng Ireng

Nama Topeng Ireng sebenarnya berasala dari Toto Lempeng Irama Kenceng dimana Toto mempunyai arti menata, Lempeng artinya lurus, Irama berarti nada dan Kenceng berarti keras sehingga kalau diartikan secara keseluruhan adalah sebuah tarian yang para penarinya berbaris lurus dimana diiringi oleh musik tradisional yang keras dan penuh semangat.

Tari Topeng Ireng

 

Tidak menutup kemungkinan tarian ini di adopsi oleh seniman-seniman di seputaran Magelang (daerah Boyolali, Temanggung, Ungaran) dan dikembangkan mulai dari gerak tarinya maupun olahan musik pengiringnya yang di campur dengan seni musik yang lainnya yang dapat menambah khasanah seni dan budaya bangsa Indonesia. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here