myimage.id | Tari Topeng Klono Panji Sekartaji adalah sebuah tarian yang menggambarkan tentang perjuangan Raden Panji Asmorobangun mempertahankan cintanya kepada Dewi Sekartaji yang ingin diculik oleh Prabu Kala Sewandana yang sangat mencintai Dewi Sekartaji sampai dia dibutakan oleh cintanya, dia ingin merebut Dewi Sekartaji dari Raden Panji Asmorobangun.

Tari Topeng Klono Panji Sekartaji

Tari Topeng Klono Panji Sekartaji ini merupakan bagian dari acara dari Setu Ponan yang diadakan di  Kraton Pura Mangkunegaran Surakarta yang merupakan bagian dari pelestarian seni dan budaya Indonesia, Jawa khususnya. Acara ini diselenggarakan setiap 35 hari sekali di Dalem Prangwedanan Pura Mangkunegaran tepatnya pada tanggal 9 Desember 2017,  ini sudah yang ke 44 kali digelar. Tarian ini merupakan persembahan dari PAKARTI  Puro Mangkunegaran Surakarta dengan penarinya Damas, Aziz dan Galuh.

Tari Topeng Klono Panji Sekartaji

Dalam Tari Topeng Klono Panji Sekartaji ini Dewi Sekartaji atau Galuh Candra Kirana adalah seorang putri raja Kerajaan Daha yang sangat cantik jelita dan merupakan istri dari Raden Panji Asmorobangun. Dewi Sekartaji mempunyai saudara yang bernama Raden Gunungsari yang dalam tarian kali ini tidak ditampilkan.

Tari Topeng Klono Panji Sekartaji

Tari Topeng Klono Panji Sekartaji

Penggambaran dalam tokoh di dalam tarian ini sangat jelas sekali dimana topeng warna putih dipakai sebagai karakter Dewi Sekartaji yang mempunyai sifat baik hati, lembut dan suci. Dewi Sekartaji memiliki alis nanggal sepisan, hidung yang mancung dan memiliki titik emas diantara kedua alisnya yang menunjukan bahwa dia sebenarnya adalah keturanan Dewa.

Tari Topeng Klono Panji Sekartaji

Kalau gambaran Prabu Kala Sewandana yang menggunakan topeng warna merah yang berkumis tebal, mata melotot dan berekpresi bengis sebagai symbol manusia  yang mempunyai tabiat yang buruk, penuh amarah, kejam dan tidak bisa mengendalikan hawa nafsu serta angkara murka.

Tari Topeng Klono Panji Sekartaji

Sedangkan warna topeng hijau menggambarkan Raden Panji Asmorobangun yang menjadi tokoh sentral yang mempunyai sifat tampan , gagah, setia, halus dan bersahaja yang dalam cerita pada tarian ini dia adalah seorang putra mahkota kerajaan Kediri yang mempertahankan cintanya terhadap Dewi Sekartaji dari godaan Prabu Kala Sewandana.

Tari Topeng Klono Panji Sekartaji

Tari Topeng Klono Panji Sekartaji

Bila dilihat dari warna topeng pada tarian ini sebenarnya sangat mirip dengan ajaran dalam budaya Jawa yang menceritakan trentang nafsu manusia yang bersandar pada lima warna yaitu merah, hitam, putih, hijau dan kuning. Dalam kehidupan manusia semua tergantung dari bagaimana kemampuan manusia menjaga keseimbangan antara lima watak tersebut agar hidup kita menjadi lebih baik, damai secara lahir dan batin.

Tari Topeng Klono Panji Sekartaji

Kisah cerita Panji sering sekali diangkat dalam tari Klasik Jawa. Ceritanya merupakan murni cerita dari tanah Jawa bukan adopsi dari cerita Ramayana maupun Mahabarata. Bahkan kadang-kadang tidak hanya dalam bentuk tari klasik jawa saja tetapi dibuat model tari kontemporer juga.

Tari Topeng Klono Panji Sekartaji

Tari Topeng Klono Panji Sekartaji ini mengalir tanpa adanya dialog, dimana tarian ini di bawakan secara lembut, halus dan penuh harmoni walaupun adanya tragedy perang tanding antara Raden Panji Asmorobangun dan  Prabu Kala Sewandana. Bagi penonton yang awam terhadap cerita Panji tentu saja hanya bisa menikmati gerak tarinya saja, apalagi pada tarian ini iringan lagu atau gendingnya menggunakan bahasa Jawa Kromo Inggil.

Tari Topeng Klono Panji Sekartaji

Dalam tarian ini sebenarnya kita di beri tentang makna kehidupan yang sebenarnya, bahwa hidup itu tidak selamanya harus mengambil apalagi itu bukan hak kita tapi akan lebih baik kalau kita memberi pada orang lain sehingga kehidupan kita akan seimbang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here