myimage.id | Tari “We’re together again” adalah sebuah tari kontemporer yang menceritakan tentang berbagai macam peristiwa yang memisahkan namun juga mempertemukan manusia di dunia ini.Tari “We’re together again”, tari kontemporerTarian ini diciptakan oleh Melati Suryodarmo pada tahun 2018, dimana ide tarian tari ini di dapatnya dari melihat sekeliling kehidupan di masyarakat sehari-harinya. Manusia dengan penuh semangat persaudaraan dan kebersamaan harus mampu melampaui banyak halangan dan rintangan di kehidupan ini dengan bersandar kepada Yang Maha Kuasa.Tari “We’re together again”, tari kontemporerTari “We’re together again” kali ini tampil di acara SIPA 2018, sebagai salah satu performance pembuka acara pada hari Kamis tanggal 6 September 2018 pada pukul 19.00 wib sampai selesai.Tari “We’re together again”, tari kontemporerSIPA 2018 merupakan sebuah pagelaran seni dan budaya International yang ke X yang digelar di Benteng Vastenburg Surakarta dengan mengambil tema “We are the world, We are the nations” yang memiliki arti satu bangsa dan satu dunia.Tari “We’re together again”, tari kontemporerMelati Suryodarmo lahir pada tahun 1969 di Surakarta, menyelesaikan kuliah Jurusan hubungan International Universitas Padjajaran Bandung tahun 1994, kemudian melanjutkan pendidikan di Seni Rupa dan Pertunjukan di Hochschule fur Bildende Kunste Braunschweig, Jerman dan selesai tahun 2003.Tari “We’re together again”, tari kontemporerKarya-karyanya banyak mengangkat tema tentang manusia dalam kehidupan sosial, politik, kejiwaan dan filsafat kebudayaan dalam bermasyarakat. Bentuk karyanya berupa seni pertunjukan yang sudah banyak ditampilkan di museum atau galeri di berbagai negara.Tari “We’re together again”, tari kontemporerRagam gerak dalam Tari “We’re together again” ini secara keseluruhan merupakan ragam gerak kontemporer seperti amoeba dalam artian dalam satu kelompok mereka kemudian membelah dirinya menjadi satu bagian lagi dengan ukuran yang berbeda secara tidak beraturan dan selalu berubah-ubah.Tari “We’re together again”, tari kontemporerPola lantainya karena tarian ini kontemporer yang tidak ada pakemnya maka cenderung variatip dan dinamis dengan bentuk-bentuk yang beraneka ragam mulai dari bentuk melingkar, ke kanan, ke kiri, kedepan dan kebelakang secara beraturan.Tari “We’re together again”, tari kontemporerBusana yang dikenakan menggunakan busana garapan dimana atasannya memakai kemeja atau blouse, bawahannya celana panjang dan pendek dengan warna gradasi abu-abu muda, abu-abu tua dan biru donker. Sedangkan riasannya memakai riasan natural dengan rambut terurai.Tari “We’re together again”, tari kontemporerIringan musik dalam tarian ini dikomposisi oleh Stefanus Rio yang dimainkan oleh B’ransai Wind Ensemble. Iringan musik khusus diciptakan untuk Tari We are together again. Seperti tarinya, musik ini dimainkan untuk pertama kalinya sebagai pertunjukan pembuka SIPA 2018. Pada bagian awal, musik diiringi oleh Rampak Gandrang Makasar oleh Komunitas Mahasiswa Makasar di Solo.Tari “We’re together again”, tari kontemporerTari “We’re together again”

1Kareografer:Melati Suryodarmo
2Pihak yang terlibat:Kelompok Kalachakra dan  Produksi Studio Plesungan serta SIPA 2018
3Penari:Anggota Sanggar Semarak Chandra Kirana dan siswa SMK Negri 8 Surakarta, dan Melati Suryodarmo
4Penata Iringan:Stefanus Rio

Tari “We’re together again”, tari kontemporerTarian ini mempunyai makna yang dalam dimana didalamnya mengajak kita manusia yang ada di dunia ini untuk bersemangat menuju pada perdamaian dan kebersamaan dunia ini diantara bangsa-bangsa yang penuh dengan perbedaan, tapi dengan kebijaksanaan manusia dan bersandar kepada Yang Maha Kuasa ajakan itu pasti akan tercapai. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here