myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya. Sugeng enjang sedherek-sedherek. Rasa cinta tak tertahan dan selalu untukmu. Terimalah cintaku dari orang yang penuh dengan cinta, cintaku adalah luar biasa. Yang aku punya hanya hati yang setia. Memandangmu bagai bidadari. Itulah sekelumit bait tentang cinta yang terungkap dalam Tari Wirapsari yang merupakan sebuah tari tradisi yang di garap kekinian yang menceritakan tentang pertemuan seoarang manusia yang luhur budi pekertinya dengan seorang bidadari cantik jelita yang pada akhirnya menjadi pendamping hidupnya.Tari WirapsariSecara makna dan filosofinya Wirapsari terdiri dari 2 kata, yaitu Wira yang mempunyai arti perwira atau manusia yang perkasa atau berkualitas baik budi maupun pekertinya, sedangkan apsari mempunyai arti bidadari yang sangat cantik jelita.Tari WirapsariTari Wirapsari merupakan ciptaan dari I Nyoman Chaya. Tarian ini pertama kali di pentaskan di Balai Sijatmoko, Jl Slamet Riyadi, Sriwedari, Kecamatan Laweyan Surakarta, dalam acara Pensiunan (sykuran) I Nyoman Chaya yang sudah purna tugas sebagai pengajar di ISI Surakarta.Tari WirapsariI Nyoman Chaya lahir pada tanggal 1 Januari 1952 di Pulau Bali tepatnya di Singaraja. Beliau pernah aktip sebagai Dosen di ISI Surakarta dari tahun 1978 sampai 2017. Beberapa karyanya yang menjadi Master Piece antara lain Sketsa (1983),  Bima Suci Kecak (1990) dan Manggigel (2004).Tari WirapsariInspirasi tarian ini di dapat didapat dari mitos yang berkembang di tanah Jawa dan Bali. Mitosnya adalah cerita Joko Tarub yang banyak berkembang di Jawa dan Raja Pala yang berkembang di tanah Bali yang kesemuanya merupakan cerita roman pencintaan, yang kali ini ditampilkan di Hotel Lor In Surakarta dalam acara mantenan (pernikahan).Tari WirapsariSemua cerita ini adalah mitos yang bisa diinterpretasikan tentang manusia yang berkualitas pastinya akan mendapat pahala yang istimewa dengan simbol bidadari dan pastinya dalam kenyataan didunia tidak ada manusia menikah dengan seorang bidadari.Tari WirapsariTarian ini sangat cocok ditarikan pada orang punya hajad pernikahan, dimana tajuknya sangat cocok sekali dan bisa dikatakan bahwa tarian ini merupakan tarian percintaan yang dilakukan sepasang manusia yang sedang dilanda cinta satu sama lainnya.Tari WirapsariKomposisi di dalam tarian ini memang tidak terlalu prinsip ada makna dan filosofinya, tetapi dalam dialognya mengatakan bahwa “Seorang bidadari turun di dalam taman, selendangnya dicuri seorang laki-laki, maka bingunglah sang bidadari dan berujarlah dia bahwa siapa yang menemukan selendangnya bila dia laki-laki akan menjadi suaminya dan bila perempuan dia akan menjadi saudaranya”Tari Wirapsari“Ternyata yang menemukan laki-laki dan menjadilah dia suaminya, tapi bilamana nanti sudah mempunyai anak satu, dia akan kembali ke Khayangan. Sebenarnya ada mitos lagi tentang anak hasil hubungan keduanya, dimana anaknya menjadi perwira yang gagah mengelar darma kebenaran”.Tari WirapsariSemua ini menjadi petuah agar setiap manusia mempunyai jiwa perwira, dan semuanya ini sebagai gambaran hidup manusia di dunia adalah sebagai wayang yang ada dalangnya. Kita hanya kebagian peran dan itu harus kita jalani dengan sepenuh hati.Tari WirapsariRagam gerak dala tarian ini hampir sepenuhnya mengambil ragam gerak tari tradisi Bali di tambah sedikit ragam gerak Jawa yang kemudian dikembangkan atau di garap secara kekinian sesuai dengan keinginan yang diharapkan dari tarian ini.Tari WirapsariBusana yang dikenakan sepenuhnya menggunakan konsep busana dari Pulau Bali yang digarap atau di kreasi mulai dari atas kepala yang menggunakan gelungan, dengan kain dan sabuk prodo ditambah stagen prodo.Tari WirapsariIrama yang mengiringi menggunakan musik klasik Bali yang menggunakan konsep gambaran percintaan yang lebih menampilkan manisnya dari sebuah kata cinta, penuh kesetiaan antara suami istri, kesetiaan cinta kasih yang mesra yang terwujud didalamnya.Tari WirapsariTari Wirapsari.

1Koreografer:I Nyoman Chaya
2Penata Busana:I Nyoman Chaya
3Penata Iringan:I Nyoman Chaya
4Penari:
  1. Diahti Nugraha
  2. Rico

Tari Wirapsari“Sebuah tari cinta kasih yang memberikan pelajaran tentang makna sebuah cinta kepada pasangan kita. Cinta adalah segalanya, cinta itu yang menghidupkan manusia terhadap pasangan. Cinta kasih itu luar biasa”, ujar I Nyoman Chaya selaku koreografer.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here