myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya. Sugeng enjang sedherek-sedherek. Penyebaran atau “dissemination” Agama Islam di Jawa oleh para Wali Songo banyak dilakukan melalui seni budaya tradisi, sehingga potensi diterima dan mengakar langsung di masyarakat serta tidak banyak menimbulkan konflik. Semua ini terlihat dalam Tari Zipin Lokajaya yang merupakan sebuah tari tradisi yang menceritakan tentang latihan perang yan dipimpin oleh Raden Sa’id  atau yang lebih dikenal dengan Sunan Kalijaga, selain ilmu kanuragan (silat) juga ilmu agama yang mana kedua ilmu ini harus dikuasai oleh setiap prajurit perang dari Demak pada waktu itu.Tari Zipin LokajayaInspirasi tarian ini dari masa keberandalan atau belum menepnya Raden Sa’id (Sunan Kalijogo) yang pada masa lalu banyak melakukan petualangan dalam hidupnya sampai beliau dengan tekunnya menyiarkan agam Islam di tanah Jawa khususnya di daerah Demak.Tari Zipin LokajayaSebuah tarian yang memadukan beberapa unsur kekinian dengan tari Zipin yang lebih dikenal dengan tari konvensional yang sangat terkenal di Kabupaten Demak. Sedangkan unsur kekiniannya dengan memadukan tari Sufi dan tembang mocopat dengan gerak pencak silat dalam langgam tari Zipin pesisiran dalam gerak teatrikal.Tari Zipin LokajayaTarian ini di tampilkan pada Nutup Suro dalam event Suro Bulan Kebudayaan 2019 diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Kebudayaan di Halaman Balaikota Surakarta pada hari Senin, tanggal 30 Sepetember 2019, mulai pukul 19.30 wib sampai selesai.Tari Zipin LokajayaSuro Bulan Kebudayaan 2019 pada tahun ini lebih menekankan pada pertunjukan “Pagelaran Kesenian Rakyat” dalam artian, apa yang ditampilkan dievent ini semua merupakan kesenian tradisi yang sering sekali ditampilkan di masyarakat khususnya Jawa Tengah. Makna dan filosofisnya dilakukan agar kesenian rakyat ini benar-benar ada, berkat dorongan dari masyarakat.Tari Zipin LokajayaTari Zipin muncul pertama kali di Demak pada tahun 1994, yang kemudian digarap secara khusus untuk ditampilkan di Nutup Suro dalam event Suro Bulan Kebudayaan 2019 dengan nama Tari Zipin Lokajaya oleh para seniman dan penggiat seni budaya Kabupaten Demak.Tari Zipin LokajayaTarian ini dipersembahkan oleh galeri budaya Toh Seni Karangsari Kabupaten Demak, yang merupakan gabungan dari anak-anak SMAN 3 Demak dengan para penggiat dan pelaku seni budaya di Kabupaten Demak.Tari Zipin LokajayaKomposisi di dalam tarian ini memberikan makna tentang perjalanan hidup dari Raden Sa’id yang penuh dengan kebengisan sehingga dijuluki dengan brandal Lokajaya, yang kemudian beliau sadar dan malah aktip menyiarkan agama Islam lewat dunia kesenian yang tergambar dengan tari Zipin pesisiran Demak.Tari Zipin LokajayaGerak dalam tarian ini sangat rancak dimana banyak tekanan pada gerak kaki yang lincah dan gerak badan dengan goyangan lebih banyak dipinggang. Pola lantainya sangat dinamis dan variatif dengan bentuk melintang, sejajar dan diagonal yang lebih mementingkan gerak penarinya agar lebih enjoy dalam menarikan tarian ini.Tari Zipin LokajayaBusana yang digunakan terinspirasi dari busana bernuansa Islam yang menjadi ciri khas busana Demak, berupa busana lengan panjang warna kuning, kerudung dengan asesoris bulu-bulu serta celana panjang, kain berwarna keemasan dengan properti kipas (penari putri), sedangkan busana putranya menggunakan lengan panjang warna biru dengan celana panjang, kepala memaki peci yang divariasi dengan kain yang berwarna keemasan.Tari Zipin LokajayaIringan musik yang mengiringi tarian ini dengan alat musik seperti genjring, kentang-kenting, jedur yang semuanya ini dikombinasikan dengan organ tunggal dan biola sehingga tercipta kedinamisan dan segar yang lebih dikenal dengan blatenan dengan tembang ilir-ilir, sehingga menciptakan suasana hening, ketika memasuki sisipan silat musiknya dipadu dengan musik modern Zipin ala milenial.Tari Zipin LokajayaTari Zipin Lokajaya.

1Koreografer:Silvi dan Rama
2Sutradara:Sutikno
3Penata Iringan:Agus
4Penata Busana:Silvi dan Rizky
5Penembang Mocopat:Anissa
6Penari:
  1. Rizki Cahyo
  2. Adamas Hafiz Addin
  3. Anang Ariyanto
  4. Rama
  5. Solikin
  6. Lutfi Khoirunnisa
  7. Andriani
  8. Dewi Wulandari
  9. Silvi

Tari Zipin Lokajaya“Sebuah tarian yang sifatnya jujur tanpa adanya unsur destruktif, dengan kesenian yang bersifat dinamis dan kekinian dengan penggabungan unsur tradisi dan agama yang sangat layak dinikmati oleh siapa saja”, ujar Agus selaku penggiat seni budaya Kabupaten Demak disela-sela acara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here