myimage.id | Tata Rias dan Busana Pengantin Solo Basahan merupakan sebuah cara merias dan berbusana pengantin model adat Jawa dengan busana yang dikenakan disebut dengan dodotan karena kedua mempelai menggunakan kain kemben yang panjang dan lebar.

Tata Rias dan Busana Pengantin Solo Basahan, culture

Kesemuanya ini bersumber dari tradisi Kraton yang dulu hanya boleh dipakai orang-orang dalam Kraton saja, tapi seiring dengan jamannya semua itu bergeser, dimana sekarang ini tradisi ini boleh di pakai oleh semua elemen masyarakat sebagai bagian dari pelestarian dan pengembangan tradisi budaya Kraton.

Tata Rias dan Busana Pengantin Solo Basahan, culture

Kegiatan ini merupakan ujian mata kuliah Tata Rias Pengantin yang dilakukan oleh para mahasiswa Pendidikan Seni Tari, Jurusan Pendidikan Sendratasik, Fakultas Bahasa dan Seni semester 4 dan 6, Universitas Negeri Semarang , dengan dosen pengampu Dra. Eny Kusumatusti. MPd dan Rimasari Pramesthi Putri, S.Pd., M.Pd di gedung B6 yan rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 4 dan 5 Juli 2018 tepatnya mulai jam 09.00 wib sampai selesai.

Tata Rias dan Busana Pengantin Solo Basahan, culture

Tata Rias dan Busana Pengantin Solo  Basahan diciptakan dengan makna dan filosofis yang sangat dalam salah satunya sebagai penyerahan total kepada Yang Maha Kuasa, setiap elemen-elemen tata rias dan busana merupakan sebuah harapan agar kedua pengantin bisa menjalani kehidupan berumah tangga secara harmonis dan sejahtera.

Tata Rias dan Busana Pengantin Solo Basahan, culture

Tata Rias Pengantin Solo  Basahan memiliki arti yang unik diantaranya paes berwarna hijau bercorak menjangan meranggah yang melambangkan pengantin wanita yang selalu berpikir positip dan ceria. Paesnya terdiri dari 4 bentuk yaitu gajahan/panunggal yang letaknya di tengah dahi, pengapit, penitis dan godheg.

Tata Rias dan Busana Pengantin Solo Basahan, culture

Sanggulnya berbentuk bokor mengkurep dengan sunggaran disamping kanan kiri telingga serta jumlah cundhuk mentulnya 7 atau 9, hiasan sempyok garuda dipasang di belakang sanggul, hiasan cundhuk jungkat dan centung.

Tata Rias dan Busana Pengantin Solo Basahan, culture

Hiasan sanggulnya menggunakan rangkaian melati bulat kawungan serta rocean tibo dada wiji timun serta di beri perhiasan yang lain sepertti suweng atau giwang, kalung, gelang tretes, cincin serta bros.

Tata Rias dan Busana Pengantin Solo Basahan, culture

Dodotan yang dipakai pengantin wanita terdiri dari kain kampuh berwarna hijau, yang dipadu dengan warna emas bermotip alas-alasan dan blumbangan, stagen, udat cinde dengan panjang 2,5 meter dengan motip cakar sebagai ikat pinggang, januran dan buntal udan emas.

Tata Rias dan Busana Pengantin Solo Basahan, culture

Sedangkan Tata Rias dan Busana Pengantin Solo  Basahan untuk pengantin pria memakai celana panjang bermotip cindhe dengan corak dan warna kampuh dodotanya pria dan wanita sama. Pengantin pria menggunakan roncean buntal udan emas serta memakai ukup dan epek timang sebagai ikat pinggang dan menyelipkan keris.

Tata Rias dan Busana Pengantin Solo Basahan, culture

Rias wajahnya tidak dipaesi, ditelinganya ada kuncup melati dan bagian rambut ditutup dengan kuluk manthak. Sedangkan asesorisnya seperti kalung korset dan singgetan serta sebilah keris dengan warangka ladrang. Sebagai pelengkap kedua pengantin memakai alas kaki berupa selop dengan warna yang disesuaikan dengan warna dodotan.

Tata Rias dan Busana Pengantin Solo Basahan, culture

Tata Rias dan Busana Pengantin Solo Basahan

1Dosen pengampu:1. Dra. Eny Kusumatusti. MPd

2. Rimasari Pramesthi Putri

2Mahasiswa:1. Selie Suryaningsih

2. Yeni Wira Putriana

3Peraga:
  1. Wilis Sekartaji Palupi

2. Koko Dwi Arvian

4Rias:Solo Basahan

Tata Rias dan Busana Pengantin Solo Basahan, culture

Sebuah tata rias dan busana yang merupakan warisan budaya yang harus selalu di lestarikan dan di kembangkan terus, sebagai bagaian dari keragaman khasanah seni dan budaya Indonesia yang tidak terhingga yang hidup di  dalam kehidupan bermasyarakat yang sarta penuh dengan makna dan filosofi tentang kehidupan yang layak diikuti oleh segenap masyarakat. (Soebijanto/reog biyan)

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here