myimage.id | Tata Rias Pengantin adalah sebuah kegiatan untuk mengubah penampilan sepasang pengantin agar terlihat cantik dan tampan dengan bantuan bahan dan alat kosmetika, ini sering ditujukan tidak hanya bentuk wajah tetapi  juga seluruh badan sehingga sepasang pengantin terlihat elegan dan sarat akan makna namun natural.

Tata Rias Pengantin, culture

Dalam Tata Rias Pengantin Jawa, ada 3 tahapan penting yang harus dilalui oleh sepasang pengantin sebelum mereka membina keluarga yang utuh dalam mahligai yaitu siraman, midodareni dan panggih.

Tata Rias Pengantin, cultureKegiatan ini merupakan ujian mata kuliah Tata Rias Pengantin yang dilakukan oleh para mahasiswa Pendidikan Seni Tari, Jurusan Pendidikan Sendratasik, Fakultas Bahasa dan Seni semester 4 dan 6, Universitas Negeri Semarang , dengan dosen pengampu Dra. Eny Kusumatusti. MPd dan Rimasari Pramesthi Putri, S.Pd., M.Pd di gedung B6 yan rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 4 dan 5 Juli 2018 tepatnya mulai jam 09.00 wib sampai selesai.

Tata Rias Pengantin, culture

Tata Rias Pengantin, culture

Dalam ujian ini ada beberapa riasan yang harus mereka ujikan, seperti riasan Solo modifikasi, Yogya Paes ageng, Solo Keputren, Basahan Solo dan Yogya Kesatrian, yang kesemuanya di lakukan dalam tahap panggih.

Tata Rias Pengantin, culture

Panggih merupakan sebuah proses puncak dimana sepasang pengantin sudah resmi sebagi suami istri untuk bersanding di pelaminan yang melambangkan peristiwa awal kedua pengantin untuk memasuki biduk rumah tangga, biasanya proses ini setelah mereka resmi menurut hukum agama maupun negara (ijab kobul).

Tata Rias Pengantin, culture

Ada beberapa proses Panggih, yang diawali dengan mempertemukan kedua pengantin yang didampingi oleh kedua orang tuanya, yang dilanjutkan dengan baling-balangan daun suruh oleh kedua mempelai.

Tata Rias Pengantin, culture

Dilanjutkan dengan pengantin wanita membasuh kaki pengantin pria, yang mana sebelumnya dengan kaki telanjang pengantin pria menginjak sebuah butir telur ayam yang diletakan disalah satu nampan. Maknanya adalah sebagai tanda bakti kepada sang suami.

Tata Rias Pengantin, culture

Proses krudungan atau sinduran, dimana kedua pengantin ditutup dengan kain berwarna merah dan putih oleh bapak dari pihak pengantin wanita menuju tempat pelaminan yang dikuti oleh ibu mereka dan mertua.

Tata Rias Pengantin, culture

Dilanjutkan dengan bobot timbang, dimana disini bapak dari pengantin wanita memangku kedua pengantin, dimana pengantin  pria duduk di lutut kanan dan pengantin wanita duduk di lutut sebelah kiri, yang kesemuanya itu mengandung makna bahwa kedua pengantin  bagi bapak ibunya tidak ada bedanya.

Tata Rias Pengantin, culture

Setelah itu, kedua pengantin ditanting didudukan oleh bapak dari pihak pengantin wanita secara bersama-sama di pelaminan dengan makna keduanya ada keseimbangan.

Tata Rias Pengantin, culture

Kacar-kucur adalah sebuah proses dimana pihak pengantin pria menuangkan beras kepada pengantin wanita dengan makna pengantin pria harus menafkahi keluarganya. Ada yang special disini, walaupun sudah dinafkahi oleh pengantin  pria, pengantin wanita tidak boleh lupa dan harus tetap berbakti kepada kedua orang tuanya sebagai tanda hormat.

Tata Rias Pengantin, culture

Dahar walimahan, dimana disini kedua pengantin saling suap menyuapi yang diakhiri dengan proses sungkeman, kedua pengantin sungkem kepada orang tuanya yang diawali dengan sungkem kepada orang tua mempelai wanita, maknanya adalah kedua mempelai harus tetap berbakti kepada kedua orang tua masing-masing.

Tata Rias Pengantin, culture

Sebuah proses pengantin dengan cara tradisional Jawa yang penuh dengan makna yang memberikan gambaran jelas bagaimana nantinya setelah berumah tangga. Harus saling setia kepada pasangannya sampai ajal yang memisahkan keduanya dan tetap berbakti kepada orang tua dengan bimbingan Yang Maha Kuasa. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here