myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya. Sugeng enjing, sugeng kewarasan sedoyo. Keberagaman tradisi Indonesia semuanya mempunyai nilai history yang sangat tinggi, yang rata-rata diekspresikan tidak hanya dalam balutan keindahan visual,  tetapi juga memancarkan nilai atau makna filosofi serta pengalaman spiritual  yang dalam. Semua ini terangkum dalam Tradisi Sungkem Tlompak 2019 yang merupakan tradisi tahunan yang diadakan di Dusun Gejayan sebagai rasa ungkap rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa atas semua rejeki dan keselamatan yang mereka terima selama ini di waktu Lebaran.Tradisi Sungkem Tlompak 2019Tradisi ini sudah berlangsung dari dulu, yang pada tahun ini ada yang berbeda atau dapat dikatakan special, dimana partisipasi Tradisi Sungkem Tlompak 2019 diikuti oleh peserta dari luar desa bahkan dari luar kota yang berdatangan untuk meramaikan acara ini.Tradisi Sungkem Tlompak 2019Menurut cerita tradisi ini dilakukan karena dulunya di Dusun Keditan, Desa Pogalan terkena musibah berupa masa paceklik (hasil pertanian rusak semua). Kemudian para sesepuh desa melakukan tirakat dengan minta petunjuk dari yang bahurekso/berkuasa di sumber air Tlompak yang selama ini dikenal dengan Prabu Singo Barong. Akhirnya apa yang diminta lewat sesepuh desa ini di kabulkan dengan syarat setiap Lebaran, lewat kesenian tradisi warga harus tampil di mata air Tlompak.Tradisi Sungkem Tlompak 2019Acara ini diadakan oleh masyarakat Dusun Gejayan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, dimana semua masyarakatnya secara bergotong royong setiap tahunnya agar acara ini terselenggara dengan baik. Perbaikan instalasi/infrastruktur menuju mata air Tlompak diperbaiki, serta persiapan panggung mereka siapkan dengan sepenuh hati.Tradisi Sungkem Tlompak 2019Acara ini diadakan tepatnya pada tanggal 9 Juni 2019 atau lebih tepatnya setiap Lebaran tanggal 5 atau Lebaran H+5 mulai pukul 11.30 wib sampai selesai. Tetapi ada pengecualian, ketika hari itu jatuh pada Senin Legi atau Jumat, yang kemudian harus di mundurkan sehari (H+6).Tradisi Sungkem Tlompak 2019

Tradisi Sungkem Tlompak 2019Tema tahun ini temanya adalah “Ujung Tetulak” yang mempunyai makna bahwa masyarakat diseputar lereng Gunung Merbabu setiap Lebaran pasti ada silaturahmi kepada yang lebih tua dan hal tersebut disebut dengan nama “Ujung”, sedangkan “Tetulak” mempunyai arti saling memaafkan dan berdoa bersama dengan harapan agar dijauhkan dari mara bahaya.Tradisi Sungkem Tlompak 2019

Tradisi Sungkem Tlompak 2019Tradisi Sungkem Tlompak 2019 dimulai tepat jam 11.30 wib di ujung dusun Gejayan, dengan arak-arakan kastum carnival yang diiringi grup kesenian dari Dusun Keditan menuju halaman tempat juru kunci. Semua berkumpul disini dengan warga, mayarakat akan saling berjabat tangan dan saling memaafkan sesuai tradisi Lebaran.Tradisi Sungkem Tlompak 2019Kemudian juru kuci mengantarkan semua peserta Tradisi Sungkem Tlompak menuju mata air Tlompak bersama-sama dengan masyarakat. Tepat didepan mata air, masyarakat memanjatkan doa yang dipimpin oleh juru kunci yang diakhiri dengan pengambilan air berkah dari sumbernya. Setelah semua dilakukan mereka para grup kesenian secara bergiliran tampil didepan mata air walaupun hanya sebentar sebagai syarat acara ini.Tradisi Sungkem Tlompak 2019Letak mata air Tlompak tepat ditengah hutan seputar Dusun Gejayan. Dengan ritual ini ada beberapa sisi yang bisa dianggap sebagai pembelajaran pelestarian lingkungan. Karena dengan adanya prosesi ini, kawasan mata air Tlompak disakralkan, masyarakat tidak akan berani menebang pohon, sehingga sumber air tetap terjaga dan tidak akan hilang maupun surut.Tradisi Sungkem Tlompak 2019“Sebuah tradisi Lebaran yang dapat menjadi magnet tidak hanya bagi masyarakat sekitar tapi juga bagi masyarakat luar, yang mempunyai efek yang luar biasa bagi  lingkungan Dusun Gejayan. Selain itu bisa membuat sebuah Dusun menjadi ramai untuk didatangi dengan keunikan tradisinya”, ujar Riyadi, selaku pelaku seni, mantan kades  dan tokoh dusun Gejayan. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here