myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya. Sugeng enjang sedherek-sedherek. Penciptaan tari dapat dilakukan dengan melihat keadaan sosial budaya di lingkungan kita, akan lebih baik manakala kita punya pondasi tentang pembelajaran yang memadukan tentang manajemen produksi yang dikaitkan dengan gerak, busana dan irama yang semuanya dipadukan dalam sebuah karya tari. Ya semua ini terlihat dalam Uji Koreografer 3 yang merupakan salah satu ujian di Jurusan Pendidikan Seni Tari, Fakultas Bahasa dan Seni UNY, yang memberikan para mahasiswa untuk membuat sebuah tari kelompok yang mana penarinya dibatasi antara 3-9 penari.Uji Koreografer 3Uji Koreografer 3 ini bersamaan dengan Uji Managemen Seni Pertunjukan dimana para mahasiswa untuk menjadi pengelola Uji Koreografer 3 sehingga terjadi kesinergian antara kedua mata kuliah ini dan berguna untuk memperoleh bekal pengalaman menangani sebuah pertunjukan tari.Uji Koreografer 3Acara ini diselenggarakan oleh Jurusan Pendidikan Seni Tari, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta  di Perfomance Stage FBS UNY selama 4 hari pada tanggal 16, 17, 18 dan 19 Januari 2020, tepatnya pada pukul 19.30 wib sampai selesai. Total garapan karya tari yang ditampilkan sebanyak 45 karya, dengan pembagian 11, 12,12 dan 10 karya per harinya.Uji Koreografer 3Uji Koreografer 3 kali ini dibalut dengan tajuk “Galaksi Mahira” dimana Galaksi singkatan dari Gelar Karya Mahasiswa Seni Tari, sedangkan Mahira mempunyai makna berbakat atau diberkati. Tajuk ini pada tahun 2020 mengusung tema “Merajut Asa Dalam Karya”.Uji Koreografer 3Acara di buka secara unik oleh Kajur FBS UNY, Dr. Drs. Kusnadi M.Pd dengan pidato dalam bentuk tembang Rambangan dan Dandanggulo slendro 9 yang di sambung dengan sekar Mijil. Setelah itu dilanjutkan pidato dari Dekan FBS UNY, Dr. Sri Harti Widyastuti M. Hum sekaligus sebagai pembuka yang secara simbolis dengan pemukulan gong.Uji Koreografer 3Uji Koreografer 3 merupakan puncaknya dimana sebelumnya ada uji Uji Koreografer 1 yang berisi tentang teori yang memberikan bekal kepada para mahasiswa tentang pengetahuan penciptaan tari, kemudian Uji Koreografer 2, dimana para mahasiswa sebagai koreografer memberikan tariannya kepada anak-anak SD, SMP dan SMA untuk membawakan tariannya (mandiri).Uji Koreografer 3Dosen yang menguji ada 4 yang terbagi dalam 2 mata kuliah, pertama Dosen Penguji Uji Koreografer 3 yaitu Dra. Ni Nyoman Seriati. M.Hum, Dra. Endang Sutiyati. M.Hum, dan Dra. Trie Wahyuni. M.Pd dan kedua Dosen Managemen Seni Pertunjukan yaitu Drs. Wien Pudji Priyanto Djuli Pitoyo. M.Pd.Uji Koreografer 3Penilaian pokok dalam Uji Koreografer 3 diantaranya adalah tema atau ide garapan yang disajikan, efek sajian pertunjukan apakah bisa ditangkap oleh penonton, kreatifitas yang dikaitkan dengan pengalaman hidupnya sehingga terjadi keharmonisan secara keseluruhan. Sedangkan dalam Uji Managemen Seni Pertunjukan lebih ke praktek, kinerjanya lebih diutamakan, mulai dari planning, cara mengorganisasi dan control secara keseluruhan.Uji Koreografer 3Walaupun mata kuliah ini adalah hal rutin setiap tahunnya yang diberlakukan di FBS UNY, tapi dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang signifikan. Ini terlihat seperti pada tahun ini, dimana para mahasiwa memanfaatkan teknologi yang kekinian dan trens sekarang ini dimasukan didalam pertunjukan mereka.Uji Koreografer 3Pertunjukan ini sangat mengapresiasi penonton, dimana penontonnya tidak hanya dari kalangan para mahasiswa saja, tetapi dari luar mahasiswa juga banyak. Dengan ini semua maka masyarakat jadi lebih tahu bahwa belajar di FBS UNY para mahasiwa tidak hanya bisa menari saja tetapi bisa berkreasi dengan membuat sebuah pertunjukan.Uji Koreografer 3Berangkat dari inilah para mahasiswa diharapkan mampu menciptakan karya inovasi seni koreografi secara harmoni atau berimbang dalam memadukan warisan budaya masa lampau ke karya seni koreografi inovatip yang enak dinikmati oleh para penontonnya.Uji Koreografer 3Selain itu munculnya inovasi dari karya tari ini, diharapkan bisa menjadi bagian dari kajian estetika khususnya masalah penciptaan, baik secara tesktual maupun kontekstual dan yang lebih penting lagi adalah menambah khasanah perbendaraan karya tari untuk apreasiasai masyarakat di Yogyakarta.Uji Koreografer 3

Uji Koreografer 3“Diharapkan setelah lulus dari UNY, mereka bisa meramu dan menuangkan idenya manakala mereka diberi kesempatan untuk berkarya di masyarakat dalam sebuah pertunjukan, mereka bisa berkreatifitas sesuai dengan permintaan klien yang menunjuk mereka”, ujar Dra. Trie Wahyuni. M.Pd, salah satu dosen pengampu dan penguji Uji Koreografer 3, disela-sela acara. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here