myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya, sugeng enjing, sugeng kewarasan sedoyo, rahayu, rahayu, rahayu. Sebuah prosesi yang berangkat dari kegelisahan dan kekurang nyamanan tentang Nusantara saat ini dari para seniman-seniman yang dituangkan dalam bentuk sebuah karya seni. Ya, semua ini terlihat dalam Umbul Donga Nusantara yang merupakan sebuah acara selamatan atau ungkapan doa yang dilakukan oleh para seniman-seniman Jawa Tengah khususnya Surakarta yang esensinya ingin Memahayu Hayuning Bhawana agar Nusantara ini lebih damai, terawat dan maju dengan cara memohon kepada Yang Maha Kuasa versi seniman.Umbul Donga Nusantara , cultureAwalnya acara ini terinspirasi dari perbicangan ringan dari para seniman yang ada di Surakarta khususnya yang sering ada di Taman Budaya Jawa Tengah, yang menggagas bagaimana merekatkan para seniman dengan ruang rakyat (TBJT) yang dulu terjalin sangat indah, tapi beberapa tahun ini mulai renggang.Umbul Donga Nusantara , cultureDari hal ini kemudian dihubungkan dengan keadaan Nusantara yang notabene banyak memperbicangkan masalah seni budaya namun ternyata tidak bisa bangkit menjadi sebuah monument “Inilah Nusantara” , ujar Dr. Srihadi S.Kar. M.Hum.Umbul Donga Nusantara , cultureUmbul Donga Nusantara ini diadakan oleh seniman-seniman Surakarta yang bekerjasama dengan Taman Budaya Jawa Tengah, yang diadakan selama dua hari, dari tanggal 24 sampai 25 Januarai 2019, mulai pukul 19.30 wib sampai selesai di Taman Budaya Jawa Tengah , Jalan Ir. Sutami, Kentingan, Jebres Surakarta.Umbul Donga Nusantara , cultureProsesi  ini terjadi secara spontanitas dari para seniman-seniman Surakarta dengan spirit yang luar biasa, dengan harapan agar kedamaian dan ketentraman bumi pertiwi (Nusantara) ini yang sekarang bergejolak mulai dari semua unsurnya (air, api, tanah dan udara) serta manusianya.Umbul Donga Nusantara , cultureUmbul Donga Nusantara ini diawali dengan arak-arakan diselasar Pendopo TBJT dengan membawa sesaji berupa tumpeng makanan dan sayuran serta buah-buahan yang diiringi peserta yang mewakili dari seniman-seniman Nusantara mulai dari Jawa, Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, NTT dan Bali.Umbul Donga Nusantara , culture

Umbul Donga Nusantara , cultureKemudian dilanjutkan dengan Pagelaran Prosesi Umbul Donga Nusantara dimana disini ditampilkan tarian massal dari seniman-seniman Nusantara secara kolosal, yang kemudian dilanjutkan tari perdaerah yang menampilkan ciri khas dari daerahnya masing-masing dengan apiknya.Umbul Donga Nusantara , cultureKemudian prosesi ini dilanjutkan dengan orasi budaya dari Pemerintah Kota Surakarta dan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang intinya bahwa kebudayaan Indonesia harus secara konsisten kita lestarikan dan kembangkan secara nyata dengan adanya dukungan dari masyarakat khususnya seniman yang bekerjasama dengan pemerintah.Umbul Donga Nusantara , cultureSelain itu prosesi ini juga dikaitkan dengan ruwatan, dimana ruwatan ini dilakukan oleh Dalang Ki Mantep Sudarsono, yang meruwat Nusantara yang diwakili para seniman-seniman ini dengan maksud agar kita manusia Indonesia dapat kembali menyatu dengan Nusantara dan dijauhkan dari segala bencana yang akhir-akhir ini menimpa Nusantara kita.Umbul Donga Nusantara , culturePada puncaknya prosesi Umbul Donga Nusantara ini menampilkan wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Mantep Sudarsono yang kali ini mengangkat kisah “Babad Alas Wonomarto” yang disambut antusias oleh para penggemar mania wayang kulit yang tidak hanya dari Surakarta saja, tetapi juga dari kota-kota seputar Kota Surakarta untuk menyaksikan pagelaran ini secara langsung.Umbul Donga Nusantara , cultureSebuah kesinambungan hubungan antara seniman-seniman daerah dengan Taman Budaya yang merupakan tempat berekspresi bagi para seniman yang dapat dijadikan sebagai barometer didalam pelestarian dan pengembangan seni budaya dengan berpijak kepada Yang Maha Kuasa, ujar ST. Wiyono selaku ketua Panitia Umbul Donga Nusantara 2019. (Soebijanto/reog biyan)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here