myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya.  Selamat pagi semua saudaraku, salam hangat, sehat dan sejahtera.  Keberagaman tari tradisi kerakyatan dan klasik yang tak terhingga di Indonesia merupakan sebuah warisan budaya yang harus kita jaga terus sepanjang jaman. Ya, semua ini terlihat dalam Unnes Menari 2019 yang merupakan sebuah acara yang diadakan oleh Universitas Negeri Semarang yang ke VI, dalam rangka memperingatai Hari Tari Dunia yang kali ini mengangkat tema “Merawat Tradisi Meraih Prestasi”.Unnes Menari 2019Sejalan dengan misi Universitas Negeri Semarang sebagai Universitas berwawaskan konservasi, kreatifitas ditekankan pada perawatan pada jenis-jenis tari tradisi yang bersifat kerakyatan maupun klasik yang sebagaian telah langka dan jarang dilihat oleh masyarakat Indonesia.Unnes Menari 2019Pengembangan dan pelestarian perlu dilakukan dengan mengedepankan nilai-nilai luhur budaya bangsa sehingga keberagaman tari tersebut dapat hidup semarak ditengah-tengah kehidupan yang dinamis tetapi tetap memiliki jiwa bangsa Indonesia.Unnes Menari 2019Hari Tari Dunia di canangkan pertama kali pada tanggal 29 april 1982 oleh lembaga Internasional CID (Conseil Internastional de la Dense) . Lembaga ini mempunyai tujuan untuk mengajak semua elemen di dunia untuk menampilkan tari-tarian yang ada, dengan segala keragaman budaya masing-masing.Unnes Menari 2019Hal ini disebabkan karena keprihatinan dunia terhadap pelestarian budaya dunia sangat minim. Maka bersama dengan UNESCO membentuk sebuah wadah sebagai sarana untuk menampilkan tari-tarian dengan keragaman budaya masing-masing yang ada di dunia. Tahun 2007 di Indonesia mulai gencar gerakan hari tari dunia ini dengan fokus mengajak anak-anak sekolah untuk menampilkan tari-tarian sampai sekarang.Unnes Menari 2019Lewat kegiatan ini kita bisa ikut serta dalam melestarikan, mengembangkan tradisi  kerakyatan dan klasik maupun budaya yang sudah ada. Sesuatu yang kuno dan kadang kita abaikan selama ini, diangkat kembali dan ditampilkan disini yang menggabungkan spirit lama dengan spirit kekinian.Unnes Menari 2019Unnes Menari 2019 dalam rangka Hari Tari Dunia dalam pelaksanaannya tepatnya pada tanggal 29 April 2019 digelar dua sesi, dimana pada sesi pertama di lapangan depan gedung KWU Unnes, yang dimulai dari pukul 13.00-17.30 wib (Tradisi Kerakyatan). Kemudian dilanjutkan pada sesi kedua yang dilksanakan di Kampung Budaya Unnes yang dimulai dari pukul 19.30wib sampai selesai (Klasik).Unnes Menari 2019Penampil pada Unnes Menari 2019, sesi pertama ada 6 kelompok terdiri dari, Tari Ndolalak Penyaji (Mahasiswa Seni tari angkatan 2015 “Dadyo Moncar”), Tari Emblek Dhem Penyaji (Sanggar  Setyo Langen Budoyo), Tari Haryo Penangsang  Gugur Penyaji (Sanggar  Among Manunggal  Budhoyo), Tari Ndager/Indang Lengger (Komunitas Gelung Mas Calung Banyumasan Sendratasik Unnes), Tari Turangga Mudha Pideksa (Sanggar Bebana Abimantrana), Barongan Blora (Sanggar Samin Edan).Unnes Menari 2019Kemudian pada sesi kedua yang merupakan puncak acaranya,  ada 6 kelompok terdiri dari, Gambyong Pareanom, Tari Kukila (Sanggar Yasa Budaya), Tari Kuda-kuda (Sanggar Yasa Budaya), Tari Kridha Tamtama, Rahwana Alus, Langandriyan “ Ande- ande Lumut ” dan diakhiri dengan flash mob.Unnes Menari 2019Unnes Menari 2019Sebuah ekspresi dari para seniman-seniman lepas dan akademika dalam melestarikan dan mengembangkan  yang nyata di bidang   seni budaya tradisi maupun klasik  Indonesia yang ragamnya tak terhingga ini, kegiatan ini dapat dijadikan sebagai daya tarik wisatawan asing maupun lokal untuk datang ke Indonesia khususnya kota Semarang. (Soebijanto/reog biyan)

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here