myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya. Salam hangat, sehat dan sejahtera. Seperti bulir air yang senantiasa mengalir, serupa nyala cahaya yang senantiasa setia menjadi pelita, nyata bagai udara, tidak perlu diraba, hanya untuk dirasa, dimengerti dan dipahami. “Ram Ayana” akan senantiasa luhur menjadi tutur, diwariskan sebagai budi, dharma, rasa dan tata ajaran kebaikan. Semua ini terangkum dalam Wayang Bocah yang merupakan sebuah dramatari klasik gaya Yogyakarta yang penuh dengan syarat akan norma yang menyangkut aspek pertunjukan tari musik, sastra, rias dan seni rupa yang dilakukan oleh anak-anak, yang kali ini mengambil lakon “Suradira Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti”.Wayang Bocah, classic danceDalam Wayang Bocah ini isi ceritanya mengambil dari epos Ramayana secara komplit mulai dari hilangnya Dewi Sinta diculik oleh Rahwana, Rama Wijaya menunjuk Senggono (Anoman) untuk membantu perjuangannya merebut Dewi Sinta.Wayang Bocah, classic danceKemudian memperlihatkan kesaktian dan kepahlawanan Senggono dalam merusak kerajaan Alengkadiraja dalam menyelamatkan Dewi Sinta dan diakhiri dengan adegan Dewi Sinta membakar dirinya untuk membuktikan cintanya yang diragukan oleh Rama Wijaya.Wayang Bocah, classic danceMemang selama ini berbagai lakon dalam Wayang Orang selalu berkiblat dengan mengambil cerita dari Ramayana dan Mahabarata, tapi seiring waktu semua ini bisa bergeser dengan kekreatifnya para seniman dengan menambahkan ide cerita dari cerita Panji dan Menak. Semuanya itu mengandung unsur nilai-nilai kearifan yang baik dalam sebuah karya seni budaya, bahasa dan sastra yang menyebar di masyarakat.Wayang Bocah, classic danceWayang Bocah ditampilkan pada  HUT ke 57 Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa dan HUT ke 6 Djoged Selasa Legen diselenggarakan oleh keluarga besar Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa di Ndalem Pujokusuman Yogyakarta pada tanggal 3 Agustus 2019, mulai pukul 19.30 wib sampai selesai.Wayang Bocah, classic danceWayang Orang awalnya dulu diciptakan oleh Sultan HB I yang dulu dipentaskan sebagai bagian dari kreatifitas yang didalamnya mengandung makna, norma serta inspirasi politik berupa celaan terhadap pemerintahan Belanda ketika sedang berkuasa di tanah Jawa.Wayang Bocah, classic danceWayang Orang gaya Yogyakarta merupakan produk Kraton yang sampai sekarang selalu dikaitkan dengan upacara sakral, tampil dengan muatan pendidikan yang dulunya di lakukan oleh para kerabat Kraton yang mana pertunjukannya untuk kepentingan Kraton juga.Wayang Bocah, classic dance“Sungguh sebuah kebahagian yang tak terhingga dan sangat terharu sekali, akhirnya Wayang Bocah gaya Yogyakarta yang sudah lama dalam angan-angan sekarang dapat ditampilkan juga. Wayang Bocah ini merupakan sebuah personofikasi dari Wayang Purwo (kulit) di mana unsur seni sastra, drama, karawitan, seni rupa dan ontowecono (ucapan) tertuang semua disini”, ujar Dra. W. Lies Apriani M. Hum selaku pelaku seni dan Dosen ISI Yogyakarta serta salah satu penonton yang setia menonton sampai acara ini purna.Wayang Bocah, classic danceWayang Bocah dalam HUT ke 57 Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa dan HUT ke 6 Djoged Selasa Legen menggunakan konsep Pendopo, dimana para pemainnnya ketika tampil mereka dari samping kanan kiri Pendopo, sedangkan penontonnya ada di depan sampaing kanan kiri Pendopo.Wayang Bocah, classic danceDari karakteristik penokohan terlihat dari tokoh-tokoh ksatrya seperti raja, patih, menteri sampai abdi, sedangkan dilihat dari gaya hidup, terlihat dari tema cerita. Norma-norma kepatuhan diperlihatkan didalam setiap adegannya dengan mengikuti aturan baku dari Kraton yang sudah ada.Wayang Bocah, classic danceKomposisi di dalam Wayang Bocah  berjudul  “Suradira Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti” ini mengungkap bagaimana sesorang manusia yang mengumbar angkara murka dan keserakahan demi ambisi dan egonya untuk menguasai dunia. Disisi lain juga mengungkap manusia yang selalu mengedepankan laku utama, kesetiaan, cinta kasih dan pengorbanan.Wayang Bocah, classic danceGerak dalam Wayang Bocah gaya Yogyakarta ini, semua geraknya menggunakan gerak tari klasik gaya Yogyakarta. Tari Klasik Gaya Yogyakarta yang mempunyai prinsip gerak yang pakem atau yang biasanya disebut joged Mataraman, dimana gerakan itu harus sawiji (konsentrasi), greged (penuh semangat), sengguh (percaya diri) dan ora mengkuh (pantang menyerah).Wayang Bocah, classic dance

Wayang Bocah, classic danceBusananya pun sama, semua menggunakan busana klasik gaya Yogyakarta dan sangat berbeda dengan gaya Surakarta yang lebih cenderung sebagai repertoar dari wayang Purwo. Walaupun disini tidak memusatkan pada gemerlapnya kastum, tapi lebih diambilkan dari citra semangat dan penghayatannya pada karakter tokoh yang dimainkan.Wayang Bocah, classic dance

Wayang Bocah, classic danceDisini ada juga busana yang divariasi yang biasanya di kenakan pada peran tidak utama, seperti busana dengan peran Rampak Kijang, Api dan Widodari, Buto Api dan Rucahan, tapi semua itu diusahakan tidak terlalu jauh menyimpang dari busana pakemnya wayang Orang yang sudah ada.Wayang Bocah, classic danceWayang Bocah.

1Persembahan:Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa
2Sutradara:Ical Yulianto
3Penari:
  1. Sinta (Savina)
  2. Trijhata (Tata)
  3. Rama (Dunstan)
  4. Lesmana (Vano)
  5. Wibisana (Awang)
  6. Rahwana (Radin)
  7. Indrajit (Mohan)
  8. Jatayu (Rasyid)
  9. Resi (Satrio)
  10. Anoman (Syafiq)
  11. Sugriwa (Abrar)
  12. Anggada (Reihan)
  13. Anila (Raditya)
  14. Kumbakarna (Rama)
  15. Kidang Kencana (Erina)
4Putri Taman:Magda, Candida, Katarina, Nayla Assalwa, Nayla Qenya, Yelita, Azzalia, Esqian, Karen, Syifaulia, Puspa
5Api dan Widodari:Puspita Laras, RS Mikaila, Amanda, Stella, Xyla, Aliana
6Rampak Kijang:Dianswara, Dhamaee, Fayola, Nafisah, Putri, Okta, Hana, Hanifa, Hoyi, Ratu
7Buto Api:Radea, Rizki, Geva, Rafael
8Rucah:Tirta, Nathan, Nayaka, Widhi, Rizki, Heskara, Bhumee, Tetoryus, Aldo

Wayang Bocah, classic dance“Pagelaran Wayang Bocah gaya Yogyakarta ini sangat berdampak tehadap anak-anak milenial yang bergabung dalam Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa, dimana anak-anak ini sekarang lebih tahu dan mengerti tentang keragaman budaya Indonesia, khususnya Wayang Orang dan ini merupakan salah satu kiat-kiat yang dilakukan oleh Yayasan sebagai bagian dari pelestarian dan pengembangan seni budaya secara nyata”, Ujar Ali Nursatyo Nugraha selaku ketua umum Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa Yogyakarta. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here