myimage.id | Suara gamelan yang diiring gendhing dari Sinden mengalun halus terdengar di Kawasan Candi Sari Kalasan. Orang-orang kampung mulai berdatangan satu persatu dengan membawa harapan untuk menyaksikan Wayang Topeng Brojonoto Sayemboro yang merupakan sebuah pertunjukan wayang topeng yang menceritakan tentang perebutan Dewi Tampioyi putri Kerajaan Jenggala yang sangat cantik jelita oleh para raja-raja yang ingin mempersuntingnya.Wayang Topeng Brojonoto Sayemboro, cultureKarena bingung siapa yang akan diterima sebagai pendamping hidupnya, maka ada inisiatip dari kakaknya yaitu Brojonoto dengan mengadakan sayembara bagi siapa saja yang dapat mengalahkannya akan mendapat Dewi Tampioyi sebagai istrinya.Wayang Topeng Brojonoto Sayemboro, cultureCerita Brojonoto Sayemboro ini sebenarnya merupakan rangkuman dari cerita Bancak Nagih Janji yang dipadatkan, hal ini disebabkan karena ingin membuat cerita ini lebih menarik dalam sisi cerita maupun tampilan di panggung nantinya. Dengan durasi yang lebih pendek pastilah penonton akan lebih terhibur.Wayang Topeng Brojonoto Sayemboro, cultureIde cerita ini diambil dari cerita Panji, dengan terispirasi cerita ini penuh dengan konflik atau drama dalam kehidupan ini. Tapi sebenarnya dalam Wayang Topeng selain ingin menonjolkan bahasa tari juga esensi cerita di dalamnya.Wayang Topeng Brojonoto Sayemboro, cultureWayang Topeng Brojonoto Sayemboro dipersembahkan oleh Sanggar Pedalangan Gondo Wasitan yang masuk dalam rangkaian acara Gelar Seni Kawasan Candi yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta di Kawasan Candi Sari Tirtomartani, Kalasan, Sleman pada hari Kamis tanggal 4 Oktober 2018 mulai pukul 19.30 wib sampai selesai.Wayang Topeng Brojonoto Sayemboro, cultureSanggar Pedalangan Gondo Wasitan merupakan sanggar tari topeng yang berdiri pada tahun 2009 yang didirikan oleh Gito Hadiwarsito yang pernah mendapatkan gelar penghargaan dari Presiden SBY sebagai pelestari budaya wayang topeng. Basecampnya di Kampung Ngajek, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.Wayang Topeng Brojonoto Sayemboro, cultureAda yang menarik dalam tampilan kali ini, dimana para penontonnya banyak sekali anak-anak kecil. Merupakan sebuah fenomena akan ketertarikan nonton hiburan seni budaya yang ada di daerah Kalasan ini. Dari merekalah nantinya generasi penerus seni budaya ini akan selalu hidup sampai sepanjang jaman.Wayang Topeng Brojonoto Sayemboro, cultureGambarkan tentang ungah-ungguh (tata karma) manusia dalam bersikap terhadap keluarga terutama kepada ayah, ibu, saudara dan Raja yang menjadi kepala kerajaan terlihat dalam komposisi Wayang Topeng Brojonoto Sayemboro.Wayang Topeng Brojonoto Sayemboro, cultureGeraknya sangat variatip dan dinamis, dimana geraknya menggunakan gerak khusus yaitu gerak wayang orang gaya Yogyakarta versi pedalang. Gerakan ini dulunya diciptakan oleh para dalang wayang kulit, atau bisa dikatakan ini adalah olah raganya para dalang dengan jejogedan memakai topeng.Wayang Topeng Brojonoto Sayemboro, cultureSejarahnya dulu gerakan-gerakan wayang topeng pedalangan ini untuk mbarang atau ngamen. Dalang yang dulu tidak laku tampil keliling kampung dengan diiringi gamelan seadanya untuk mendapatkan uang. Dalam pertunjukannya mereka tidak sungkan-sungkan mengajak penontonnya untuk ikut menari bersama.Wayang Topeng Brojonoto Sayemboro, culturePola lantainya pada intinya menggunakan pola lantai yang biasa dipakai dalam Wayang Orang, tapi kadang juga menyesuaikan panggung yang ada, jadi sangat fleksible dan dinamis dengan adaptasi dari para pemainnya.Wayang Topeng Brojonoto Sayemboro, cultureBusana yang dikenakan dalam Wayang Topeng Brojonoto Sayemboro ini, karena ini ceritanya mengambil dari cerita Panji, maka simbol-simbol Panji hadir disini, seperti irah-irahan yang biasa disebut dengan tekesan. Ada yang unik dalam tekesan yang dipakai Sanggar Pedalangan Gondo Wasitan, dimana tekesannya ditambah daun-daunan.Wayang Topeng Brojonoto Sayemboro, cultureIringan gendhing dalam Wayang Topeng Brojonoto Sayemboro menggunakan gamelan klasik Jawa dengan gendhing-gendhing khusus seperti bendrong, bondet dan loro-loro topeng.Wayang Topeng Brojonoto Sayemboro, cultureWayang Topeng Brojonoto Sayemboro

1Persembahan:Sanggar Pedalangan Gondo Wasitan
2Kareografer:Arno Sugito
3Penari:
  1. Suro Permujo (Bandiyono)
  2. Suro Sekti (Maryono)
  3. Suro Digdoyo (Roni Anggoro)
  4. Suro Gempal (Baskoro)
  5. Klono Sewandono (Suparno)
  6. Sembung Langu (Sawal)
  7. Brojonoto (Warso Wagiman)
  8. Kaptolo (Suwardi)
  9. Pangeran Jeksonegoro (Handoko)
  10. Gunung Sari (Dito)
  11. Jati Pitutur (Haryadi)
  12. Pitutur Jati (Edwin)
  13. Bancak Doyok (Bambang K/Satom)

Wayang Topeng Brojonoto Sayemboro, cultureMenampilkan Wayang Topeng yang masuk dalam rangkaian acara Gelar Seni Kawasan Candi selain sabagai bagian dari pelestarian dan pengembangan seni budaya secara nyata, juga sebagai hiburan dan curahan ekspresi bagi seniman-seniman Kabupaten Sleman khususnya, yang dapat menarik wisatawan asing maupun lokal untuk datang ke Indonesia, khususnya daerah Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. (Soebijanto/reog biyan)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here